Review Mitsubishi Xpander MPV Teknologi MIVEC

Mitsubishi Motors akhirnya menggebrak dengan MPV kelas bawah atau Low MPV berkapasitas tujuh penumpang, Mitsubishi Xpander. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) selaku Agen Pemegang Merek, tidak lagi menyebutnya sebagai Mitsubishi Next Generation MPV.Modelnya, harus diakui, layak mendapatkan empat jempol. Begitu diperkenalkan kepada awak media beberapa waktu lalu, kami merasa Avanza dan Xenia terlihat kuno, sedangkan Ertiga dan Mobilio langsung tenggelam di balik desain Xpander.Para petinggi MMKSI yang bertandang ke redaksi Oto.com, pernah bilang desain versi produksinya, tidak jauh berbeda dengan versi konsep yang disebut XM Concept. Hanya sedikit yang berbeda. Dan kenyataannya, sepintas yang berbeda hanya velg dan spion samping. Bahkan garis desain di body samping pun tidak terlalu berubah.Berbicara soal fitur dan spesifikasi, mesinnya berkapasitas 1,5 liter berteknologi MIVEC. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga hingga 105 ps dengan berbahan bakar bensin. Jujur saja, diatas kertas, angka ini agak mengecewakan, karena kompetitornya punya tenaga yang lebih besar. Honda Mobilio jadi rajanya di bidang ini dengan 110 ps.Tapi kalau bicara ground clearance, maka Xpander yang pertama. Dengan 205 mm, pengemudinya bisa melewati medan offroad ringan tanpa harus khawatir dek bawah mentok.Xpander tersedia dalam tiga varian : Ultimate, Sport, Exceed, GLS, dan paling bawah GLX. Selain tipe GLX dan GLS, Xpander dibekali dua pilihan transmisi yaitu otomatis dan manual. Soal harga, Xpander dibanderol mulai dari 189 juta hingga Rp 245,5 juta. Harganya benar-benar menyenggol sang penguasa pasar, Toyota Avanza, hingga ke varian Veloz.Kini, setelah sukses meraih lebih dari 11 ribu pemesanan, Mitsubishi Xpander siap untuk dieskspor. Negara tujuan pertama adalah FIlipina, dan kemudian akan merambah juga ke Malaysia dan beberapa negara ASEAN lainnya. Targetnya, 20.000 Xpander setiap bulan akan memasuki pasar ekspor ini.Untuk di dalam negeri, Xpander sendiri akan mulai delivery (penghantaran) ke konsumen paling cepat akhir September 2017 ini. Proses penghantaran ini juga terkait dengan kapasitas produksi pabrik Mitsubishi di CIkarang, Jawa Barat yang berkisar 3.000an unit sebulan.Mitsubishi terus memperluas jaringan pelayannnya. Hingga minggu ini (Awal September 2017), tak kurang 93 dealer Mitsubishi khusus mobil penumpang sudah siap melayani pelanggan. Penambahan ini merupakan bagian dari komitmen MMKSI untuk melayani konsumen Xpander yang akan mendongrak populasi merek berlambang tiga berlian di tanah air.

Untuk mempenetrasi pasar lebih dalam, MMKSI bahkan melakukan perkenalan Mitsubishi Xpander langsung di beberapa kota besar di Indonesia seperti Pekanbaru, MEdan, Bandung, dan masih akan ada lagi kota-kota lainnya.

Interior & Fitur

MEskipun fiturnya tidak ada yang terlalu istimewa, selain tombol star/stop di varian-varian tinggi, tapi pendukung kenyamanannya cukup mumpuni. Ada banyak ruang penyimpanan. Hal itu sangat jelas terlihat dari brosur ataupun saat diperkenalkan beberapa waktu lalu. Cup holder tersebar di setiap baris, kantong penyimpanan juga menyebar di beberapa tempat seperti di sandaran kursi, pintu dan sebagainya.

Bahkan di bawah kursi pun masih disediakan laci yang bisa dimanfaatkan untuk menyimpan sepatu. Selain itu, di balik lantai bagasi, juga tersedia ruang penyimpanan. Pendek kata, mobil ini sepertinya sangat mendukung kepraktisan berkendara.

Xpander dibekali dua warna interior, beige dan black. Yang terakhir khusus digunakan Xpander dengan varian Sport. Kursi belakang bisa terlipat rata untk menambah kapasitas bagasi. Dan dengan demikian, mobil ini juga bisa menyediakan konfigurasi kursi yang cukup beragam

Eksterior

Paras Xpander menganut desain Dynamic Shield, seperti yang juga diterapkan pada Pajero Sport. Di Xpander, hal yang paling dominan di parasnya, rumah lampu utama yang melebar hingga ke tengah, seolah menekan grille . Sebagai informasi, lampu utama ada di bawah, bukan yang atas. Lampu di atas berfungsi sebagai DRL (Day-Time Running Light).

Bicara grille, terlihat membentuk siluet huruf X dan terpisah oleh batang bumper. Grille bawah sepertinya lebih fungsional, karena memiliki rongga yang lebih besar dan lebar. Pada varian ultimate, grille ini berlapis chrome.

Di sisi samping, velg dengan warna kekinian, hitam dan polish silver. Ukurannya ada yang 15 inci dan 16 inci, tergantung variannya. Sementara lampu belakang, didesain berbentuk L yang melebar hingga ke samping dan pintu bagasi.

Pintu bagasi dilengkapi tail spoiler di bagian atas, menegaskan kesan sporty sang Xpander. Penegas kesan juga dihadirkan oleh semacam airdam di bagian bawah depan. Sepertinya, aksesori ini juga berfungsi sebagai cover untuk melindungi bagian bawah mesin.

Jujur saja, kami kesulitan menemukan kekurangan desain mobil ini. Pasar Low MPV pastilah bereaksi beragam. Tapi mayoritas pasti setuju, desain Xpander memberikan sesuatu yang baru untuk kelasnya.

Pengendalian & Pengendaraan

Ground clearance mobil ini tinggi. Jadi kalau berpikiran mobil akan limbung, tentunya tidak terlalu salah. Namun para insinyur Mitsubishi juga tidak begitu saja membuat mobil tinggi. Suspensinya sudah diatur sedemikian rupa agar mobil tetap stabil, meski penumpang di dalamnya merasakan efek limbung. Jadi tidak perlu khawatir mobil akan ‘tumpah’ saat bermanuver. Satu hal lagi, mobil ini juga sudah dibekali peranti pembantu kestabilan pada varian Sport dan Ultimate.

Mesin & Konsumsi BBM

Seperti diutarakan tadi, sistem penggerak Xpander berpusat pada mesin bensin 4-silinder berkapasitas 1,5 liter. Dengan teknologi MIVEC untuk mengatur pengapian agar konsumsi BBM lebih efisien, Xpander sepertinya cukup menjanjikan. Output yang dihasilkan 105 ps dengan torsi 141 Nm.

Untuk ukuran sebuah low MPV, besaran output itu cukup bisa diterima. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Namun di antara kompetitornya, Xpander menjadi yang paling bawah. Avanza bermesin 1.5 memiliki tenaga hingga 107 ps. Mobilio bahkan lebih besar,110 ps, dengan kapasitas mesin yang sama.

Pengereman

Untuk fitur keselamatan aktif, sepertinya Mitsubishi tidak terlalu membedakan diantara varian yang ada. Ini terbukti dengan hadirnya peranti ABS dan EBD. BEdanya, pada Sport dan Ultimate ditambahkan Brake Assist, yang seperti namanya, berguna untuk membantu pengereman. Dengan fitur ini, meski rem tidak diinjak maksimal saat deselerasi mendadak, rem tetap pakem.

ajax loader - Review Mitsubishi Xpander MPV Teknologi MIVEC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *